admin Tuesday, 23 December 2025
Apakah Anda pernah mendengar tentang istilah "skinny fat"? Istilah ini menggambarkan seseorang yang tampak kurus dari luar, tetapi memiliki banyak lemak yang menumpuk di dalam tubuh, terutama di sekitar organ internal. Hal ini berbahaya karena sering kali tidak terdeteksi oleh penampilan luar yang kurus.
Apa itu Skinny Fat?
Skinny fat, atau yang dalam istilah medis dikenal sebagai "Normal Weight Obesity" (NWO), adalah kondisi di mana seseorang memiliki indeks massa tubuh (BMI) yang normal tetapi memiliki persentase lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang rendah. Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kondisi ini berisiko lebih tinggi terkena penyakit metabolik seperti diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan sindrom metabolik.
Faktor Penyebab Skinny Fat
Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kondisi skinny fat, antara lain:
Diet Tidak Seimbang: Konsumsi makanan tinggi kalori, kolesterol, dan rendah nutrisi, seperti fast food, dapat menyebabkan penumpukan lemak meski berat badan tetap stabil. Fast food biasanya tinggi lemak jenuh dan gula, yang berkontribusi pada peningkatan lemak tubuh tanpa meningkatkan massa otot.
Kurangnya Aktivitas Fisik: Ketika seseorang beraktivitas, tubuh akan membakar lemak sebagai energi saat jumlah karbohidrat atau gula darah sudah tidak cukup lagi digunakan. Namun, pada orang yang sedentari atau jarang berolahraga, kandungan lemak akan menumpuk di dalam tubuh dan massa otot tidak terbentuk dengan baik.
Genetika: Beberapa orang mungkin lebih rentan terhadap penumpukan lemak meski mereka kurus karena faktor genetik. Penelitian menunjukkan bahwa gen tertentu dapat mempengaruhi distribusi lemak dalam tubuh.
Stres dan Kurang Tidur: Stres kronis dan kurang tidur dapat mengganggu metabolisme tubuh, meningkatkan nafsu makan, dan mengubah distribusi lemak tubuh, terutama di sekitar perut.
Klik Untuk Konsultasi Kesehatan & Genetik
Dampak Kesehatan dari Skinny Fat
Meskipun orang dengan kondisi skinny fat terlihat baik-baik saja dari luar, namun lemak visceral (lemak yang mengelilingi organ dalam) yang menumpuk dalam tubuhnya dapat menyebabkan masalah kesehatan serius, seperti resistensi insulin, peradangan kronis, dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.
Hal tersebut telah dibuktikan oleh penelitian dari National Center for Biotechnology Information (NCBI), yang menunjukkan bahwa skinny fat berkaitan dengan peningkatan risiko kondisi kesehatan yang sama seperti obesitas konvensional serta komplikasi penyakit terkait seperti diabetes dan penyakit jantung.
Cara Mengatasi Skinny Fat
Untuk mengatasi kondisi skinny fat, perubahan gaya hidup menjadi kunci utama. Berikut beberapa langkah yang dapat diambil:
Perbaiki Pola Makan: Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, termasuk protein, serat, dan lemak sehat. Hindari makanan olahan, fast food, dan makanan tinggi lemak lainnya.
Tingkatkan Aktivitas Fisik: Lakukan latihan kekuatan untuk membangun massa otot dan latihan kardio untuk membakar lemak.
Kelola Stres: Praktikkan teknik relaksasi seperti meditasi, yoga, atau aktivitas yang Anda nikmati untuk mengurangi stres.
Cukupi Waktu Tidur: Pastikan Anda tidur cukup setiap malam untuk mendukung fungsi metabolisme yang optimal.
Manfaat Layanan GenKU dari Widya Genomic
Widya Genomic menawarkan layanan GenKU, tes genetik yang dapat membantu Anda memahami kebutuhan genetik tubuh Anda salah satunya yaitu mengenai distribusi lemak dan faktor metabolik lainnya, seperti kecenderungan genetik terhadap tingginya kadar lemak jenuh (HDL), lemak jahat (LDL), atau hipertrigliserida. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan meal plan yang dipersonalisasi berdasarkan profil genetik Anda. Dengan demikian, Anda akan mencapai dan mempertahankan komposisi tubuh yang tepat dan sehat. Mari wujudkan #HealthierLonger bersama Widya Genomic.
Referensi
Kapoor, N. (2021). Thin fat obesity: the tropical phenotype of obesity. Endotext [Internet].