admin Monday, 02 February 2026
Masalah berat badan anak susah naik sering membuat orang tua bingung. Sudah coba berbagai menu MPASI, porsi ditambah, camilan diperbanyak, tapi angka di timbangan tetap stagnan. Padahal, pertumbuhan anak tidak hanya ditentukan oleh banyaknya makan, tetapi juga jenis nutrisi dan bagaimana tubuh anak memprosesnya. Setiap anak punya kebutuhan yang berbeda. Ada yang cepat naik berat badan, ada juga yang membutuhkan pendekatan lebih personal.
Tiga Makanan yang Bisa Membantu Berat Badan Anak Naik
Jika anak susah naik berat badan, orang tua bisa mulai dari pilihan makanan bernutrisi tinggi sebagai berikut:
Ikan
Ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang membantu membangun otot dan jaringan tubuh. Kandungan lemak sehat seperti omega-3 juga berperan penting untuk perkembangan otak dan pertumbuhan. Untuk anak, ikan bisa diolah menjadi ikan kukus atau ikan goreng kering lalu disuwir halus dan dicampur ke nasi atau MPASI.
Tempe
Tempe adalah sumber protein nabati yang mudah dicerna dan cocok untuk anak yang sulit makan. Selain protein, tempe mengandung serat, lemak baik, dan vitamin B yang membantu produksi energi serta mendukung metabolisme tubuh. Dengan pengolahan yang tepat, tempe dapat menjadi sumber nutrisi harian yang membantu berat badan anak naik tanpa memberatkan pencernaan. Teksturnya yang lembut dan rasanya yang familiar menjadikan tempe pilihan aman untuk MPASI lanjutan maupun menu harian anak.
Hati ayam
Hati ayam dikenal sebagai makanan padat gizi yang berperan penting dalam pertumbuhan anak, terutama untuk mencegah kekurangan zat besi. Kandungan zat besi dan vitamin A pada hati ayam membantu menjaga stamina anak agar tidak mudah lelah, sementara protein dan lemaknya berkontribusi pada peningkatan kalori harian. Hati ayam dapat diolah dengan cara direbus dan dihaluskan sebagai campuran bubur MPASI atau dimasak dengan bumbu ringan agar mudah diterima anak, sehingga membantu berat badan anak naik secara optimal.
Kenapa Sudah Makan Banyak Tapi Berat Badan Anak Tetap Sulit Naik?
Tidak semua anak menyerap nutrisi dengan cara yang sama. Ada anak yang cenderung kekurangan zat besi, kalsium, atau vitamin tertentu meskipun makannya cukup. Ada juga yang metabolisme tubuhnya lebih cepat, sehingga kalori mudah terbakar. Di sinilah pendekatan berbasis genetik menjadi relevan. Bukan untuk menggantikan pola makan sehat, tetapi untuk memahami kebutuhan nutrisi anak secara lebih akurat.
Pendekatan Personal Lewat Tes Genetik GenKU
Untuk membantu orang tua menyusun program nutrisi dan pertumbuhan anak yang lebih tepat, GenKU menyediakan dua pendekatan utama:
GenKU Life Booster berfokus pada:
kebutuhan nutrisi harian anak, termasuk kecenderungan kekurangan zat besi, kalsium, dan vitamin tertentu
profil kebugaran dan metabolisme tubuh
respons tubuh terhadap berbagai faktor seperti kafein dan pola asupan tertentu
GenKU Health Track berfokus pada:
risiko penyakit degeneratif di masa depan seperti diabetes dan penyakit jantung
kecenderungan alergi, termasuk alergi makanan dan bahan tertentu
informasi kesehatan kulit berdasarkan faktor genetik
Tes dilakukan menggunakan sampel air liur, cukup satu kali seumur hidup, dan dapat digunakan sebagai panduan jangka panjang. Pemeriksaan ini tidak hanya untuk anak, tetapi juga bisa dilakukan oleh orang tua agar program kesehatan keluarga lebih selaras
Membantu Anak Tumbuh Optimal dengan Data, Bukan Tebakan
Dengan memahami faktor nutrisi, metabolisme, dan genetik, orang tua tidak lagi hanya mencoba-coba menu. Pendekatan ini membantu menyusun strategi MPASI dan pola makan yang lebih tepat sasaran, mendukung pertumbuhan anak, dan membantu berat badan naik secara sehat. Karena setiap anak itu unik, dan solusi terbaik dimulai dari memahami tubuhnya sendiri.
Klik link diatas untuk berkonsultasi genetik dan temukan pendekatan nutrisi yang paling sesuai untuk anak dan keluarga Anda.