admin Thursday, 12 February 2026
Banyak orang masih berpikir bahwa jika orang tua memiliki penyakit tertentu, maka anaknya pasti akan mengalami hal yang sama. Padahal, dari sudut pandang medis dan genetik, anggapan ini tidak sepenuhnya benar karena yang diwariskan dari orang tua ke anak bukanlah penyakit secara mutlak, melainkan risiko genetik.
Gen dalam tubuh berperan seperti peta dasar yang menentukan kecenderungan, bukan hasil akhir. Seseorang bisa memiliki risiko lebih tinggi terhadap penyakit tertentu, tetapi apakah penyakit tersebut benar-benar muncul sangat dipengaruhi oleh gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, kualitas tidur, tingkat stres, dan faktor lingkungan lainnya.
Beberapa penyakit diketahui memiliki faktor keturunan yang cukup kuat, antara lain diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kolesterol tinggi, hipertensi, beberapa jenis kanker (seperti kanker payudara, serviks, dan kanker darah), penyakit ginjal, serta penyakit autoimun tertentu. Memiliki riwayat keluarga yang terkena penyakit bukan berarti pasti akan terkena, namun menjadi sinyal penting untuk lebih waspada dan melakukukan pencegahan lebih dini.
Sebaliknya, tidak adanya riwayat penyakit dalam keluarga juga tidak otomatis membuat seseorang sepenuhnya aman. Gaya hidup modern seperti kurang bergerak, sering begadang, dan stres berkepanjangan dapat memicu munculnya penyakit degeneratif meskipun secara genetik risikonya rendah. Karena itu, menjaga kesehatan sebaiknya selalu melihat dua sisi sekaligus: modal genetik dan kebiasaan harian.
Kabar baiknya, banyak faktor risiko penyakit yang masih dapat dikontrol melalui kebiasaan sehari-hari. Beberapa langkah penting yang dapat dilakukan antara lain:
Memperbanyak konsumsi real food seperti sayur, buah, protein berkualitas, dan lemak sehat
Mengurangi gula berlebih, gorengan, makanan ultra-proses, serta rokok
Menjaga pola tidur yang cukup dan teratur
Lebih sering bergerak dan berolahraga sesuai kemampuan tubuh
Mengelola stres dengan baik, karena stres kronis berperan besar dalam gangguan metabolik dan hormonal
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk deteksi dini
Untuk pendekatan yang lebih presisi, kini tersedia tes genetik yang membantu seseorang memahami risiko kesehatannya langsung dari DNA. Informasi ini dapat menjadi dasar untuk pencegahan yang lebih terarah, bukan sekadar mencoba-coba gaya hidup sehat.
GenKU Health Track dirancang bagi individu yang ingin mengetahui risiko penyakit sebelum gejala muncul. Melalui tes genetik berbasis DNA, layanan ini membantu melihat kecenderungan risiko penyakit degeneratif seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan ginjal, kecenderungan alergi tertentu, serta informasi kesehatan kulit secara genetik. Tes dilakukan menggunakan sampel air liur dan cukup dilakukan satu kali seumur hidup. Proses analisis dilakukan di laboratorium GenKU di Yogyakarta, dengan pengiriman kit yang menjangkau seluruh Indonesia.
Klik link berikut untuk konsultasi secara genetik
Sementara itu, GenKU Life Booster lebih berfokus pada optimalisasi gaya hidup dan nutrisi. Layanan ini membantu memahami kebutuhan nutrisi harian misalnya kecenderungan kekurangan zat besi, kalsium, atau vitamin tertentu, profil metabolisme dan kebugaran, serta respons tubuh terhadap hal-hal sehari-hari seperti kafein. Pendekatan ini memudahkan pengaturan pola makan dan aktivitas fisik agar lebih sesuai dengan kondisi biologis masing-masing individu.
Semakin seseorang mengenal tubuhnya sendiri, semakin mudah pula menjaga kesehatannya. Dengan memahami risiko genetik dan mengimbanginya dengan gaya hidup yang tepat, pencegahan penyakit dapat dilakukan lebih dini dan lebih terarah. Kesehatan bukan hanya soal mengobati, tetapi tentang mengenali tubuh, mencegah risiko, dan merawat diri sejak sekarang.