admin Thursday, 30 July 2026
Fenomena ini bukan kebetulan. Momen "berjalan" yang terlihat santai itu sebenarnya digunakan Messi secara strategis — untuk mengamati posisi lawan, menghemat energi, dan menentukan waktu sprint yang paling efektif. Pola permainan seperti ini menunjukkan bagaimana efisiensi energi bisa menjadi senjata, bukan kelemahan.
Bandingkan dengan Kylian Mbappé, yang dikenal justru karena ledakan kecepatan dan sprint eksplosifnya. Dua gaya bermain yang sangat berbeda, dari dua atlet kelas dunia yang sama-sama efektif di posisinya.
Lalu, apa yang membuat gaya bermain setiap atlet bisa sangat berbeda satu sama lain?
Performa fisik seseorang — termasuk atlet profesional — dipengaruhi oleh kombinasi banyak faktor: latihan, nutrisi, pengalaman, dan juga karakteristik biologis individu. Setiap orang memiliki keunggulan alami yang berbeda, misalnya pada aspek:
Kombinasi keempat aspek ini yang pada akhirnya membentuk gaya bermain seorang atlet — apakah ia lebih unggul sebagai pelari eksplosif seperti Mbappé, atau pemain dengan efisiensi energi dan pengambilan keputusan strategis seperti Messi.
Yang menarik, sebagian dari karakteristik ini dipengaruhi oleh faktor genetik — bukan semata hasil latihan. Beberapa aspek yang diketahui memiliki komponen genetik antara lain:
Respons latihan — seberapa cepat dan signifikan tubuh beradaptasi terhadap suatu jenis latihan
Metabolisme energi — bagaimana tubuh memproses dan menggunakan energi selama aktivitas fisik
Pemulihan otot — kecepatan regenerasi jaringan otot setelah aktivitas berat
Ini menjelaskan mengapa dua orang yang berlatih dengan intensitas dan program yang sama persis, bisa memperoleh hasil yang berbeda. Bukan karena salah satu kurang disiplin, melainkan karena tubuh masing-masing merespons latihan dengan cara yang berbeda.
Di tengah maraknya tren program kebugaran di media sosial, penting untuk dipahami bahwa tidak ada satu program olahraga yang cocok untuk semua orang. Program yang bekerja sangat baik untuk satu orang belum tentu memberikan hasil yang sama untuk orang lain — karena karakter tubuh yang berbeda.
Di sinilah pentingnya memahami potensi dan karakteristik tubuh sendiri sebelum menentukan pendekatan latihan yang paling sesuai.
Salah satu cara untuk memahami karakteristik biologis tubuh secara lebih mendalam adalah melalui pemeriksaan genetik. GenKU Life Booster dari Widya Genomic memberikan insight genetik terkait beberapa aspek yang relevan dengan performa fisik, di antaranya:
Nutrisi
Respons olahraga
Recovery
Karakter metabolisme
Dengan memahami informasi ini, seseorang dapat menyusun program latihan dan pola hidup yang lebih sesuai dengan karakter tubuhnya sendiri — bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer.
Karena pada akhirnya, latihan terbaik bukanlah yang sedang viral, melainkan yang paling sesuai dengan tubuhmu.