Ternyata, Mengubah Makanan Bisa Mengubah Peruntungan

Kita semua membutuhkan makanan untuk melanjutkan kehidupan. Sayangnya, kita belum benar-benar teliti dalam memilih makanan dan lebih sering memilih makanan berdasarkan keinginan, bukan sesuai kebutuhan. Tak banyak yang sadar bahwa makanan memiliki peran yang begitu besar terhadap kesehatan bahkan bisa mengubah peruntungan, menarik ‘kan?

Anda adalah apa yang Anda makan, begitu yang dikatakan oleh Michael Pollan. Kisah dari Eric Edmeades akan menjelaskan kutipan ini secara sempurna dan menjadi pelajaran berharga agar kita lebih peka terhadap apa yang kita masukkan ke dalam tubuh kita. Bagaimana kisah lengkapnya?

Terlahir di keluarga dengan latar belakang medis dengan kondisi kesehatan yang kurang baik bahkan bisa dibilang sakit-sakitan, Eric tumbuh besar dengan obat-obatan, suntikan, dan operasi pembedahan. Sejak kecil hingga dewasa, tubuhnya selalu menderita dan tak pernah memiliki kebugaran yang prima. Dengan kondisi yang demikian, tentu ia mengalami banyak kesulitan dalam hidup, apa yang kemudian mengubah peruntungannya?

Suatu hari, seorang teman menyarankannya untuk mengubah pola makan. Eric mungkin sudah merasa frustrasi dengan kondisi kesehatan serta pengobatan yang selama ini telah ia jalani dan mencoba cara baru yang belum pernah dijajaki, ia pun mengikuti saran dari sang teman untuk mengubah pola makan. Ternyata, hasilnya luar biasa. Kesehatannya membaik signifikan, tak lagi sakit-sakitan, dan berat badannya berkurang mendekati angka ideal. Ia belum pernah merasa sebaik ini sebelumnya.

Pada kesempatan lain, ia bepergian ke Afrika untuk sebuah pekerjaan. Di dalam pesawat, ia membaca satu artikel di sebuah majalah yang menjelaskan tentang perbedaan pola makan gajah Afrika di alam liar dan gajah Afrika di dalam sirkus atau kebun binatang. Menurut artikel tersebut, rata-rata usia gajah yang berada di kebun binatang atau sirkus 7 hingga 8 tahun, paling lama 10 tahun. Sementara itu, gajah liar mampu bertahan hidup hingga 70 tahun, apa yang membedakan keduanya?

Tepat, pola makan. Gajah liar minum sekitar 70 liter air per hari, berapa banyak galon air yang dibutuhkan pengelola sirkus hanya untuk seekor gajah?

Menurut Eric, kesalahan terbesar dari artikel tersebut ada pada judulnya. Ia berpendapat bahwa frase “pola makan gajah liar” tidak lah tepat, itu adalah pola makan gajah. Setiap makhluk hidup memiliki pola makannya sendiri yang spesifik. Misalnya, hyena hanya bisa makan bangkai buruan hewan lain, begitu juga dengan manusia. Kita tak bisa makan seperti babi karena kita bukan babi.

Makan adalah kebutuhan tapi makan secara cerdas adalah sebuah seni, demikian yang dikatakan oleh Francois de La Rochefoucauld. Jadi, sebagai manusia yang berakal dan berbudaya, makanlah secara cerdas sesuai kebutuhan dan kodrat manusia, ini akan memperbaiki kesehatan, peruntungan, dan kehidupan Anda.

Dengan uji profiling gen, Anda akan mengetahui secara pasti tentang kebutuhan makanan yang paling sesuai. Oleh karena itu, segera booking sekarang.

satu Respon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *